“Dadaaah ayaaah…!!!”
Kalimat itu muncul dari seorang gadis kecil
yang aku temui dikampus
sebelum ia pergi bersama ibunya
setelah mengantar ayahnya bekerja…
Kalimat itu mengembalikan ingatanku kemasa kecilku dulu
Andai waktu bisa diulang,,
Ku
Menikmati kedekatanku dengan ayahku tersayang…
Waktu kecil aku selalu menganggap bahwa
Ayahku adalah laki-laki tercakep didunia
Begitu agak besar sedikit aku mulai membenci beliau
Yaaa, aku membencinya….
Dengan berbagai alasan yang memenuhi pikiranku
Pernah ketika ayah bertengkar dengan ibuku
Aku sambil menangis dan bilang
“bapak jangan pergi…”
Sekarang aku mengerti kenapa ayahku dulu
Melakukan hal yang dulu kuanggap salah
Dan justru sekaranlah aku menyayanginya
Sebanding dengan rasa sayangku pada ibu
Rasa rindu itu selalu mengantarkanku tuk berdoa
Kepada Tuhan agar menjaga orangtuaku
Agar aku masih sempat bertemu mereka lagi
Masih sempat membahagiakan mereka
Masih sempat membuat mereka bangga kepadaku
Kurindukan uban yang telah banyak tumbuh dirambut hitamnya
Kurindukan kata-katanya yang selalu membimbingku
Kejalan yang benar…
Kutersadar bahwa kini aku telah tumbuh besar
Ku selalu merasa bahwa aku masih gadis kecil ayahku
Yang selalu membantah perintahnya
Yang selalu bermanja-manja ria
Kalimat yang begitu asing keluar dari mulut ayah
Yang membuatku tersadar bahwa aku bukan gadis kecilnya lagi
“jangan nikah sebelum lulus kuliah”
Begitulah kira-kira kata-kata ayahku yang pernah disampaikan
Kepadaku ketika aku mendapat status sebagai mahasiswa
Mungkin bagi orang lain
Hal itu tidak ada yang istimewa
Suatu hal yang biasa
Tapi bagiku hal itu sangat berarti
Karena dikeluargaku (aku dan orangtuaku)
Tidak pernah membahas masalah-masalah
Yang ada kaitannya dengan pacaran atopun pernikahan
Hal inilah yang membuat aku masih menganggap
Bahwa aku masih gadis kecil ayahku
Yang selalu ikut kemana Dia pergi
Dan tertidur pulas dimobil
Kini aku sadar
Bahwa waktu terus berjalan
Kini ayah semakin tua
Penyakit-penyakit mulai muncul
Aku pun semakin tua
Dipusingkan dengan aktivitas-aktivitas yang seabrek
Memikirkan hal-hal yang dulu pernah kuabaikan
Aku takkan malu
Mendapat julukan di kos-ku
Sebagai “anak Bokap”
Karena selalu ditelpon ayahku
Dengan sebaik-baiknya
Karena waktu tak dapat diulang
Walopun aku dan ayah terpisah oleh jarak
Aku masih bisa merasakan
Bahwa aku masih menjadi gadis kecilnya
Yang perlu diawasi dan dibimbing jalannya
“Tuhan tolonglah…
sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku
Ayah dengarlah….
betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kumampu penuhi maumu….”
(Ada_baNd)
Love You Dad….